1. GREEN HOUSE / PLASTIC HOUSE

Green house adalah bangunan tembus sinar matahari tempat suatu proses produksi pertanian, kehutanan dan perikanan dilaksanakan.

Green house / Plastic house banyak digunakan pada usaha produksi yang modern. Karena sarana produksi tersebut padat teknologi sehingga mampu meningkatkan produksi dan efisiensi kerja per satuan luas areal.

Selain untuk meningkatkan produksi, penggunaan green house / plastic house juga akan mengurangi resiko kegagalan usaha dengan meminimalisasi ketergantungan proses produksi terhadap alam seperti kondisi cuaca yang tidak diharapkan serta gangguan hama penyakit dan tanaman.
sanitasi lingkungan lebih higienis, dimana gangguan hama penyakit diminimalisasi.

2. SHADING HOUSE

Shading house adalah bangunan berpeneduh, memiliki atap berupa jala / net yang dapat dilewati cahaya dengan intensitas tertentu. Intensitas cahaya yang dilewatkan bervariasi tergantung kebutuhan tanaman, bisa 30%, 50%, 60%, 70%, 80%.

Fungsi shading house adalah untuk melindungi bibit tanaman / tanaman terhadap sinar matahari secara penuh yang dapat membakar atau menurunkan vigouritas bibit tanaman / tanaman.

Biasanya digunakan pada aklimatisasi tanaman, transisi setelah keluar dari green house, proses penyapihan, transport bibit jarak jauh, penyimpanan stock bibit, transit bibit sebelum ke open area atau ditanam di lapang.

3. MIKROIRIGASI / FERTIGASI

Pada dasarnya mikroirigasi adalah tehnik distribusi air sedekat mungkin dengan tanaman dalam jumlah dan frekuensi terukur melalui pemipaan / selang pita.

Mikroirigasi dikenal juga sebagai sistem irigasi tertutup untuk membedakan dengan sistem irigasi melalui bangunan saluran air atau kanal � kanal yang dikenal sebagai sistem irigasi terbuka. Dengan sistem mikroirigasi, maka pemberian air dapat lebih intensif, efisien dan terkontrol.

Fertigasi adalah cara pemberian pupuk melalui sistem distribusi serupa mikroirigasi. Sehingga perangkat mikroirigasi dapat berperan ganda, selain untuk pemberian air dapat juga berfungsi untuk memberikan pupuk.. Namun untuk fertigasi ini tingkat kelarutan pupuk harus benar � benar diperhatikan. Jangan sampai terjadi penyumbatan akibat kelarutan yang tidak sempurna.

Sistem mikroirigasi tidak hanya ada di dalam green house, tetapi juga diibuat dalam shading house dan open area. Apalagi jika kita berbicara proses produksi dalam skala besar, maka tidak mungkin lagi pengelolaan air dilakukan secara manual. Pendistribusian air haruslah terprogram dan terukur sehingga proses produksi bibit atau tanaman lebih seragam dan terjadwal.

4. PRODUK PENDUKUNG

Produk pendukung adalah sarana produksi yang turut berperan di dalam proses produksi baik di dalam green house, shading house maupun open area. Karena berkaitan langsung dengan produksi bibit, tanaman maupun hasil produksi buah atau sayuran, dimana tanpa sarana ini kegiatan produksi menjadi tidak efisien dan berjalan timpang, yaitu manfaat green house, shading house maupun open area tidak maksimal.

Produk pendukung yang kami tawarkan adalah benches / rak tanaman, tube / polytube, tray, pottray beserta mouldingnya, plastik polybag, plastik mulsa, plastik terpolen untuk embung air dll.

Dengan adanya produk pendukung ini, maka dapat dibangun suatu sistem produksi tanaman ( bibit, buah, benih dll.) dalam satu kesatuan utuh, sehingga sejak awal dapat direncanakan dengan baik program pembangunan nursery termasuk proses produksi yang nantinya akan dilaksanakan.